April262012

Tentang Dia yang Namanya Tak Pernah Tertulis di Phonebook Saya

Namanya Alwani. Alwani Hamad lengkapnya. Badannya lumayan besar, dengan rambut keriting yang tipis. Orang Jawa tulen yang slow dan nrimo, dalam berbagai aspek. Bicaranya sih pelan, tapi kalau sudah tertawa keras bener ya. Ngakaknya parah. Juga ngoroknya.

Kami adalah rekan sekantor sejak  tujuh tahun yang lalu. Tapi saya baru mengenalnya dua tahun kemudian. Sekarang, setelah empat tahun menikah, kami berhasil menambahkan *atau kebobolan ya? You name it* lima kg tambahan ke timbangan berat badannya dan juga empat kg untuk saya. Dan punya Sophie, batita kesayangan kami berdua.

Di awal-awal menikah kami diberi nasehat tetua keluarga kami, bahwa dalam pernikahan selalu akan ada ujian. Dan ujian tersebut seringkali datang dalam bentuk negasi dari apa yang paling kami cintai. Nasehat tersebut benar terbukti pada kami. Kami yang amat menyukai kebersamaan, yang memiliki bahasa cinta sentuhan, ternyata harus menjalani babak keluarga kocar-kacir. Dia di mana, saya juga entah di mana. Long distance love. LDL.

Kami menikah akhir Juni 2008. Pertengahan Oktober 2008 dia berangkat ke Bangkok. September 2010 saya dan Sophie pindah ke Surabaya. Oktober 2010 dia pulang ke Purwokerto. Juni 2011 Sophie boyongan ke Purwokerto. Saya masih di Surabaya, sampai sekarang. Membaca ini saja sudah capek ya? Semoga tidak :)

Selama empat tahun ini saya belajar bahwa Allah memberikan ujian itu ya sesuai dengan kemampuan kita. Kalaupun terlalu berat untuk dihadapi sendiri, Allah pasti memberikan pendukung yang memadai buat kita agar bisa menjalaninya. Nah, dia itu adalah pendukung saya dalam menjalani LDL ini. Dia menguatkan saya. Saya yang ketika bersamanya adalah si manja yang pengen disayang-sayang melulu laksana princess ini ternyata bisa survive ketika berjauhan.

Dia tidak hanya membantu saya survive dalam tempaan jarak itu, tapi juga menstimulasi saya untuk tumbuh.

Beberapa hari ini saya membaca kembali rekaman LDL kami, di inbox email dan chat facebook saya. Saya merasakan benar pertumbuhan tersebut. Dari yang menye-menye level kronis saat itu menjadi sedikit menye-menye saja saat ini. Terharu. Dan bersyukur.

Hari ini adalah ulang tahunnya yang  ke 31. Di hari yang spesial ini, ijinkan saya berbagi satu rahasia kecil. Saya tidak pernah menuliskan namanya di phonebook HP saya. Jangan tanya apa alasannya, saya juga tidak tahu.

It was started with HiM. *Iya, dengan ejaan alay seperti itu*. Menjelang menikah saya ubah menjadi Mas Sayang. Kemudian setelah hamil Sophie, berubah lagi jadi Papa Sayang. Sampai sekarang.

Panggilan ini juga berlaku untuk komunikasi lisan kami. Sebelum menikah saya memanggilnya dengan panggilan Mas. Setelah menikah panggilannya berubah jadi Sayang. Setelah hamil sampai sekarang saya memanggilnya dengan Papa atau Sayang, kondisional saja. Tapi entah kenapa saya tidak bisa memanggilnya dengan Mas lagi saat ini. Rasanya aneh di mulut dan telinga saya.

Saya tahu, dia pasti malu semi sebel  saya menuliskan ini semua. Tapi hey, sekarang ini ulang tahunnya. Sekali dalam setahun, tentu saja dia harus merelakan dirinya di-bully. Oleh istrinya :)

Robbie Williams dan Guy Chamber dalam God’s Better People mengatakan bahwa seseorang itu spesial ketika mereka tidak menyadari kualitasnya. You are one of God’s better people. And you don’t know it, that’s why you are so special. Begitulah posisinya dalam hidup saya.

Dirgahayu, Sayang. Doa terbaik untukmu.

Papa 

March292012
March62012
Ketika Sophie masih di Surabaya, jalan kaki pagi-pagi demi sepincuk pecel :)

Ketika Sophie masih di Surabaya, jalan kaki pagi-pagi demi sepincuk pecel :)

February272012

This song is our current love, saya, Papa dan Sophie. Iya, Sophie juga suka lagu ini. Setelah beberapa kali mendengarnya, Sophie langsung menggoyang-goyangkan kepalanya setiap kali mendengar intronya, juga ikut sing-along bersama saya. Sophie menyebutnya sebagai lagu embak-embak. Serius, dengan aksen k yang amat kuat. Sungguh, lidah Sophie itu Purwokerto sekali :D

Saya mengenal Yuna ketika saya iseng mencari lagu-lagu cover di youtube *Masih ya, hahaha*. Yuna menyanyikan Come as You Are-nya Nirvana dengan sangat indah. I instantly fell in love with her. Trus nyari-nyari lagu-lagu Yuna yang lain. Live Your Life ini secara lirik age propitiate buat Sophie dibanding Come as You Are ya, jadinya ini yang lebih sering saya putar di rumah. 

Pas melihat Yuna pertama saya seperti pernah melihatnya. Ternyata oh ternyata, Yuna is the famous Yuna Zarai, the owner of   IAMJETFUELshop, yang kerap tampil di blognya penggiat HC. Sepertinya saya ini salah pergaulan ya, but I am proud of it :)

← Older entries Page 1 of 7